Beberapa prinsip yang harus
diperhatikan dalam pengembangan media pembelajaran meliputi: prinsip kesiapan
dan motivasi, penggunaan alat pemusat perhatian, pengulangan, partisipasi aktif
peserta didik, dan umpan balik
Prinsip kesiapan dan motivasi
menekankan bahwa kesiapan dan motivasi peserta didik untuk menerima informasi
pembelajaran sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses belajar mengajar.
Kesiapan peserta didik mencakup kesiapan pengetahuan prasyarat, kesiapan
mental, dan kesiapan fisik. Motivasi merupakan dorongan untuk melakukan atau
mengikuti kegiatan belajar. Motivasi tersebut dapat berasal dari dalam diri
maupun dari luar diri peserta didik (Abdul Gafur, 2007: 20).
Penggunaan alat pemusat
perhatian dalam media pembelajaran dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi
peserta didik untuk fokus terhadap materi pelajaran. Hal ini membantu
konsentrasi peserta didik dalam memahami isi pelajaran sehingga penguasaan
mereka menjadi lebih baik.
Informasi atau keterampilan
baru jarang sekali dapat dikuasai secara maksimal hanya dengan satu kali proses
belajar. Agar penguasaan terhadap informasi atau keterampilan baru tersebut
dapat lebih optimal, maka perlu dilakukan bebrapa kali pengulangan. Prinsip
pengulangan ini harus diperhatikan dalam mengembangkan media pembelajaran.
Proses belajar mengajar akan
lebih berhasil manakala terjadi interaksi dua arah antara pengajar dan peserta
didik. Partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran dapat meningkatkan
pemahaman dan penguasaan materi pelajaran. Oleh karena itu media pembelajaran
yang digunakan hendaknya mampu menimbulkan keterlibatan peserta didik secara
aktif (interaktif) dalam proses belajar
Umpan balik yang diberikan
oleh pengajar secara tepat dapat menjadi pendorong bagi peserta didik untuk selalu
meningkatkan prestasinya. Untuk itu, pengajar harus memberikan respon umpan
balik secara berkala terhadap kemajuan belajar peserta didik
Prinsip-prinsip tersebut di
atas dapat diakomodasi dalam sebuah media pembelajaran berupa multimedia
pembelajaran interaktif dan web pembelajaran
Prinsip-Prinsip Multimedia untuk Pembelajaran
Hasil
penelitian yang dilakukan oleh Richard E. Mayer (2001) menunjukan bahwa anak
didik kita memiliki potensi belajar yang berbeda-beda. Kini dunia pendidikan
makin maju, dapatkah modalitas belajar siswa yang berbeda-beda ini dibawa dalam
sebuah teknologi Multimedia? Menurut Mayer ada 12 prinsip desain multimedia
pembelajaran yang dapat diterapkan di Pembelajaran.
12 Prinsip
Merancang Multimedia Pembelajaran, yaitu :
1) Prinsip
Multimedia
Orang
belajar lebih baik dari gambar dan kata dari pada sekedar kata-kata saja.
Karena dinamakan multimedia berarti wajib mampu mengkombinasikan berbagai media
(teks, gambar, grafik, audio/narasi, video, animasi, simulasi, dll) menjadi satu
kesatuan yang harmonis. Sebab kalau tidak namanya bukan multimedia tapi
single-media.
2) Prinsip
Kesinambungan Spasial
Orang
belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disandingkan berdekatan
dibandingkan apabila disandingkan berjauhan atau terpisah. Oleh karena itu,
ketika ada gambar (or sodarenye nyang laen seperti video, animasi, dll) yang
dilengkapi dengan teks, maka teks tersebut harus merupakan jadi satu kesatuan
dari gambar tersebut, jangan menjadi sesuatu yang terpisah.
3) Prinsip
Kesinambungan Waktu
Orang
belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disajikan secara simultan
dibandingkan apabila disajikan bergantian atau setelahnya. Nah, ketika Anda
ingin memunculkan suatu gambar dan atau animasi atau yang lain beserta teks,
misalnya, sebaiknya munculkan secara bersamaan alias simultan. Jangan
satu-satu, sebab akan memberikan kesan terpisah atau tidak terkait satu sama
lain. Begitu kata Mayer.
4) Prinsip
Koherensi
Orang
belajar lebih baik ketika kata-kata, gambar, suara, video, animasi yang tidak
perlu dan tidak relevan tidak digunakan. Nah, ini yang sering terjadi. Banyak
sekali pengembang media mencantumkan sesuatu yang tidak perlu. Mungkin
maksudnya untuk mempercantik tampilan, memperindah suasana atau menarik perhatian
mata. Tapi, menurut Mayer, hal ini sebaiknya dihindari. Cantumkan saja apa yang
perlu dan relevan dengan apa yang disajikan. Jangan macam-macam.
5) Prinsip
Modalitas Belajar
Orang
belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari
animasi plus teks pada layar. Jadi, lebih baik animasi atau video plus narasi
daripada sudah ada narasi ditambah pula dengan teks yang panjang. Hal ini,
sangat mengganggu.
6) Prinsip Redudansi
Orang
belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari
animasi, narasi plus teks pada layar (redundan). Sama dengan prinsip di atas. Jangan redudansi,
kalau sudah diwakili oleh narasi dan gambar/animasi, janganlah tumpang tindih
pula dengan teks yang panjang.
7) Prinsip Personalisasi
Orang
belajar lebih baik dari teks atau kata-kata yang bersifat komunikatif
(conversational) daripada kalimat yang lebih bersifat formal. Lebih baik
menggunakan kata-kata lugas dan enak daripada bahasa teoritis, oleh
karena itu, sebaiknya gunakan bahasa yang komunikatif dan sedikit ber-style.
8) Prinsip Interaktivitas
Orang
belajar lebih baik ketika ia dapat mengendalikan sendiri apa yang sedang
dipelajarinya (manipulatif: simulasi, game, branching). Sebenarnya, orang
belajar itu tidak selalu linier alias urut satu persatu. Dalam kenyataannya
lebih banyak loncat dari satu hal ke hal lain. Oleh karena itu, multimedia
pembelajaran harus memungkinkan user/pengguna dapat mengendalikan penggunaan
daripada media itu sendiri. dengan kata lain, lebih manipulatif (dalam arti
dapat dikendalikan sendiri oleh user) akan lebih baik. Simulasi, branching,
game, navigasi yang konsisten dan jelas, bahasa yang komunikatif, dan lain-lain
akan memungkinkan tingkat interaktivitas makin tinggi.
9) Prinsip
Sinyal
Orang
belajar lebih baik ketika kata-kata, diikuti dengan cue, highlight, penekanan
yang relevan terhadap apa yang disajikan. Kita bisa memanfaatkan warna, animasi
dan lain-lain untuk menunjukkan penekanan, highlight atau pusat perhatian
(focus of interest). Karena itu kombinasi penggunaan media yang relevan sangat
penting sebagai isyarat atau kata keterangan yag memperkenalkan sesuatu.
10) Prinsip
Perbedaan Individu
9
prinsip tersebut berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas visual
tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks dan narasi plus
visual berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas auditori tinggi,
kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks, visual dan simulasi berpengaruh
kuat bagi mereka yang memiliki modalitas kinestetik tinggi, kurang berpengaruh
bagi yang sebaliknya.
11) Prinsip
Praktek
Interaksi
adalah hal terbaik untuk belajar,kerja praktek dalam memecahkan masalah dapat
meningkatkan cara belajar dan pemahaman yang lebih mendalam tentang materi yang
sedang dipelajari.
12) Pengandaian
Menjelaskan
materi dengan audio meningkatkan belajar. Siswa belajar lebih baik dari
animasi dan narasi, daripada dari animasi dan teks pada layar.
PERMASALAHAN
1. Prinsip kesiapan dan motivasi
menekankan bahwa kesiapan dan motivasi peserta didik untuk menerima informasi
pembelajaran sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses belajar mengajar.
Kesiapan seperti apa yang harus disisapkan oleh siswa dan guru ?
2.
apakah media dapat mengendalikan siswa yang suka ribut di belakang ketika guru
menjelaskan ?
3.
materi kimia “stoikiometri” adalah materi yang menekan pada hitung-hitungan.
Multimedia apa yang bia digunakan? Tolong jelaskan ?
Saya akan mencoba menjawab pertanyaan kedua menurut saya dengan adanya media pembelajaran siswa akan terfokuskan pandangannya terhadap media tersebut. Menurut saya kalau media mengendalikan siswa tidak bisa namun jika dikombinasiakan dengan guru yang mengajar tersebut bisa. Misalnya pada saat menampilkan media terdapat beberapa siswa yang ribut dengan kombinasi guru maka siswa akan terfokuskan terhadap media tersebut misal dengan mengeraskan suara bahwa selesai menjelaskan materi guru akan memberikan pertanyaan kepada siswa maka siswa yang ribut tesebut akan diam dan akan fokus ke media yang ditampilkan guru
BalasHapusSaya desi ratna sari akan menjawab permasalahan nomor 1, Proses belajar dipengaruhi kesiapan murid, yang dimaksud dengan kesiapan atau readiness ialah kondisi individu yang memungkinkan ia dapat belajar.
BalasHapusBerkenaan dengan hal itu terdapat berbagai macam taraf kesiapan belajar untuk suatu tugas khusus. Seseorang siswa yang belum siap untuk melaksanakan suatu tugas dalam belajar akan mengalami kesulitan atau malah putus asa. Yang termasuk kesiapan ini ialah kematangan dan pertumbuhan fisik, intelegensi latar belakang pengalaman, hasil belajar yang baku, motivasi, persepsi dan faktor-faktor lain yang memungkinkan seseorang dapat belajar.
Sedangkan kesiapan yang harus dimiliki guru yakni:
1. Menetapkan materi dan bahan ajar dengan tepat
2. Menentukan tujuan pembelajaran
3. Bagaimana meningkatkan minat belajar siswa
4. Menaikkan motivasi siswa
5. Menyajikan media yang digunakan
6. Mengetahui kemungkinan permasalahan yang akan timbul
Saya akan mencoba menjawab permasalahan no 3.
BalasHapusDimana dalam pelajaran hitung-hitungan "streokimia" ada baiknya menggunakan media yang sederhana seperti papan tulis dan spidol dimana seorang pendidik harus mengajarkan materi hitung-hitungan secara langsung di jelaskan dengan di catat di papan tulis agar siswa dapat mengerti materi yang di ajarkan meskipun terlihat membosankan namun akan lebih afektif jika di gunakan alat yang sederhana tersebut di bandingkan dengan menggunakn video atau sebagainya, dengan di catat di papan tulis siswa akan cepat mengerti apa yang di ajarkan oleh gurunya