A. Pengertian
Media Pembelajaran
Secara harfiah, kata media berasal dari bahasa latin
medium yang memiliki arti “perantara” atau “pengantar”.Media
pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan
(bahan pembelajaran) sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan
perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran
tertentu. Ada beberapa jenis media
pembelajaran yaitu, teks, media audio, media visual, media proyeksi gerak, dan
manusia.
Dalam proses pembelajaran, media memiliki kontribusi dalam
meningkatkan mutu dan kualitas pengajaran. Kehadiran media tidak saja membantu
pengajar dalam menyampaikan materi ajarnya, tetapi memberikan nilai tambah pada
kegiatan pembelajaran.Penggunaan
media pembelajaran dapat membantu meningkatkan pemahaman dan daya serap siswa
terhadap materi pelajaran yang dipelajari. Maka dapat diambil kesimpulan. manfaat dari penggunaan media pembelajaran di dalam proses belajar mengajar dapat mengarahkan perhatian siswa sehingga menimbulkan motivasi
untuk belajardan materi yang diajarkan akan lebih jelas, cepat dipahami
sehingga dapat meningkatkan prestasi siswa.
B. Landasan
Penggunaan Media Pembelajaran
Penggunaan media dalam proses
pembelajaran dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas prestasi belajar. Diharapkan proses pembelajaran menjadi
efektif,interaktif,danefisien.
1.
Landasan Filosofis
Ada suatu pandangan, bahwa dengan digunakannya berbagai
jenis media hasil dari teknologi baru di dalam kelas, akan berakibat proses
pembelajaran yang kurang manusiawi. Bisa dikatakan, penerapan teknologi dalam
pembelajaran akan terjadi dehumanisasi. Tetapi, siswa harkat kemanusiaannya
diberi kebebasan untuk menentukan pilihan, baik cara maupun alat belajar sesuai
dengan kemampuannya. Dengan
demikian, penerapan teknologi tidak berarti dehumanisasi. Sebenarnya perbedaan
pendapat tersebut tidak perlu muncul, yang penting bagaimana pandangan guru
terhadap siswa dalam proses pembelajaran. Jika guru menganggap siswa sebagai anak
manusia yang memiliki keprbadian, harga diri, motivasi, dan memiliki kemampuan
pribadi yang berbeda dengan yang lain, maka baik menggunakan media hasil
teknologi baru atau tidak, proses pembelajaran yang dilakukan akan tetap
menggunakan pendekatan humanis.
2. Landasan
Psikologis
Dengan memperhatikan kompleks dan uniknya proses belajar,
maka ketepatan pemilihan media dan metode pembelajaran akan sangat berpengaruh
terhadap hasil belajar siswa. Di samping itu, persepsi siswa juga sangat
mempengaruhi hasil belajar. Oleh sebab itu, dalam pemilihan media, di samping
memperhatikan kompleksitas dan keunikan proses belajar, memahami makna persepsi
serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penjelasan persepsi hendaknya
diupayakan secara optimal agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara
efektif. Belajar
adalah proses yang kompleks dan unik; artinya, sesorang yang belajar melibatkan
segala aspek kepribadiannya, baik fisik maupun mental. Keterlibatan dari semua
aspek kepribadian ini akan nampak dari perilaku belajar orang itu. Perilaku
belajar yang nampak adalah unik; artinya perilaku itu hanya terjadi pada orang
itu dan tidak pada orang lain. Setiap orang memunculkan perilaku belajar yang
berbeda.
Keunikan perilaku belajar ini disebabkan oleh adanya perbedaan karakteristik yang menentukan perilaku belajar, seperti: gaya belajar (visual vs auditif), gaya kognitif (field independent vs field dependent ), bakat, minat, tingkat kecerdasan, kematangan intelektual, dan lainnya yang bisa diacukan pada karakteristik individual siswa. Perilaku belajar siswa yang kompleks dan unik ini menuntut layanan dan perlakuan pembelajaran yang kompleks dan unik pula untuk setiap siswa. Komponen pembelajaran yang bertanggungjawab untuk menangani masalah ini adalah strategi penyampaian pembelajaran, lebih khususlagi media pembelajaran
Keunikan perilaku belajar ini disebabkan oleh adanya perbedaan karakteristik yang menentukan perilaku belajar, seperti: gaya belajar (visual vs auditif), gaya kognitif (field independent vs field dependent ), bakat, minat, tingkat kecerdasan, kematangan intelektual, dan lainnya yang bisa diacukan pada karakteristik individual siswa. Perilaku belajar siswa yang kompleks dan unik ini menuntut layanan dan perlakuan pembelajaran yang kompleks dan unik pula untuk setiap siswa. Komponen pembelajaran yang bertanggungjawab untuk menangani masalah ini adalah strategi penyampaian pembelajaran, lebih khususlagi media pembelajaran
3.
Landasan Teknologis
Teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek perancangan,
pengembangan, penerapan, pengelolaan, dan penilaian proses dan sumber belajar.
Jadi, teknologi pembelajaran merupakan proses kompleks dan terpadu yang
melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis
masalah, mencari cara pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola
pemecahan masalah-masalah dalam situasi di mana kegiatan belajar itu mempunyai
tujuan dan terkontrol.
Dalam teknologi pembelajaran, pemecahan masalah
dilakukan dalam bentuk: kesatuan komponen-komponen sistem pembelajaran yang
telah disusun dalam fungsi disain atau seleksi, dan dalam pemanfaatan serta
dikombinasikan sehingga menjadi sistem pembelajaran yang lengkap.
4.
Landasan Empiris
Berdasarkan landasan rasional empiris, maka pemilihan
media pembelajaran hendaknya jangan atas dasar kesukaan guru, tetapi harus
mempertimbangkan kesesuaian antara karakteristik pebelajar, karakteristik
materi pelajaran, dan karakteristik media itu sendiri.
Agar penggunaan media pembelajaran berlangsung efektif,
guru sebaiknya memahami gaya-gaya belajar siswa, berikut akan dipaparkan
gaya-gaya belajar siswa. Gaya belajar siswa atau student learning style dapat
diartikan sebagai karakteristik kognitif, afektif, dan perilaku psikologis
seorang siswa tentang bagaimana dia memahami sesuatu, berinteraksi dan
merespons lingkungan belajarnya, yang bersifat unik dan relatif stabil.
5.
Landasan Historis
Yang dimaksud dengan landasan historis media pembelajaran
ialah rational penggunaan media pembelajaran ditinjau dari sejarah konsep
istilah media digunakan dalam pembelajaran. Perkembangan konsep media
pembelajaran sebenarnya bermula dengan lahirnya konsepsi pengajaran visual atau
alat bantu visual sekitar tahun 1923.
PERMASALAHAN
1. Penggunaan media pembelajaran
dapat membantu meningkatkan pemahaman dan daya serap siswa terhadap materi
pelajaran yang dipelajari. Bisakan setiap materi (khusus nya kimia)
menggunakan media . jelaskan ?
2. Bagaimana cara menyesuaikan media
pembelajran kesukaan guru dan siswa dalam landasan empiris ?
3. Bagiamana menurut anda jika suatu
pembelajaran (khusus nya kimia) tidak menggunakan media saat memberikan materi
? apakah bisa optimal ?
4. apa maksud dari landasan historis tersebut tolong jelaskan ?
4. apa maksud dari landasan historis tersebut tolong jelaskan ?
Baiklah saya akan menjawab permasalahan anda no 3 :
BalasHapusBagi saya di saat sekarang ini media pembelajaran sangat dibutuhkan dalam hal menunjang proses pembelajaran dengan baik terutama multimedia pembelajaran , dalam pembelajaran kimia ada materi yang harus menggunakan media dan ada juga yang menggunakan cara manual .
contoh dalam penulisan persamaan reaksi , lebih optimal guru menjelaskan secara lansgung daripada menggunakan media . intinya media pembelaran dapat optimal jika digunakan pada materi yang sesuai .
Saya akan mencoba menjawab permasalahan yang ke-2, yaitu
BalasHapusGuru sebaiknya melakukan pendekatan dengan siswa-siswanya dari sana guru tersebut bisa memahami gaya-gaya belajar siswa, berikut akan dipaparkan gaya-gaya belajar siswa. Gaya belajar siswa atau student learning style dapat diartikan sebagai karakteristik kognitif, afektif, dan perilaku psikologis seorang siswa tentang bagaimana dia memahami sesuatu, berinteraksi dan merespons lingkungan belajarnya, yang bersifat unik dan relatif stabil.
baiklah saudari nina nirwana saya akan menjawab permasalahan anda nomor 1 yaitu Bisakan setiap materi (khusus nya kimia) menggunakan media .
BalasHapusbisa karena pelajaran kimia termasuk pelajaran yang sulit dan abstrak dengan guru menggunakan media sebagai alat penyaluran bahan ajar kimia akan membantu siswa dalam memahami materi kimia tersebut
contohnya pada masa sma ini masih sering anak2 lebih menyukai belajar sambil bermain maka kita sebagai guru dalam memilih media harus mengetahui apa yang disukai siswa tersebut sehingga timbulnya daya tarik siswa dan jika sudah adanya daya tarik maka siswa akan menyukai pelajaran dan apa yang diajarkan akan mudah untuk dipahami siswa karena timbulnya rasa suka terhadap materi tersebut
contohnya siswa susah untuk menghapal tabel periodik dengan adanya media guru membuat suatu permainan kartu uno, sehingga murid menjadi semangat dalam memainkannya dan belajarnya pun juga semangat. tabel periodik yang suit dihapal jadi mudah karena adanya permainan tersebut membuat siswa ketagihan dan terus menerus memainkannya nah inilah yang akan memudahkan siswa dalam menghapal tabel periodik .
baiklah saya akan menjawab permasalahn anda yang ke 4 . Yang dimaksud dengan landasan historis media pembelajaran ialah rational penggunaan media pembelajaran ditinjau dari sejarah konsep istilah media digunakan dalam pembelajaran. kapan ia bwermula. dan mengapa ia diciptakan dan dikembangkan. semoga dapat membantu
BalasHapus